Hidup Bisa Seindah Ini, Kenapa Tidak?

28 06 2008

Ketika saya menulis “Ah..Ternyata Hidup Ini Semakin Indah” ada seorang
teman yang mengatakan , “hidup tidak seindah yang
dirasakan.” mendengar kata teman tersebut, Tiba-tiba muncul satu
pertanyaan, bagaimana mungkin ada yang bisa merasakan hidup ini indah
namun ada juga yang tidak bisa merasakan indahnya hidup?

Hidup kita sehari-hari selalu saja penuh dengan tontonan yang
menghibur bahkan ada orang yang menghabiskan waktunya dengan menonton
televisi, menatap layar komputer yang menjadi tercerabut dari jiwa
sejatinya. Ketercerabutan itulah yang membuat hidup kita menjadi
terasa kering bahkan kehilangan kemampuan kita menikmati hidup yang
begitu indahnya.

Lantas bagaimana kita menemukan jiwa sejati kita? sehingga kita bisa
hidup yang begitu indah?

Hal yang paling penting, perlu kita lakukan sekarang juga adalah
bukalah pikiran. Sebab dengan membuka pikirkan anda, anda menjadi
penentu hidup anda sendiri. kesuksesan atau kegagalan anda hari ini
sangat ditentukan apa yang anda pikiran di pagi yang cerah ini.karena
Anda menjadi seperti apa yang anda pikirkan.

Buatlah hidup ini indah, dengan berpikir bahwa hidup ini begitu indah.
maka hidup anda menjadi indah, seindah yang anda pikirkan. Jika tidak,
anda akan menderita.

Itulah sebabnya keindahan hidup ini senantiasa melahirkan keindahan
dalam tindakan-tindakan hidup anda. Demikian juga dalam keindahan
hidup saya. Maka perkenankan saya berdoa sejenak untuk diri saya dan
untuk sahabat-sahabat yang terkasih yang membaca tulisan saya ini.

“Allohumma innaa nas-aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wa hubba
`amalin yuqorribuna ilaa hubbik”

“Ya Alloh, kami memohon cinta-Mu, dan cinta orang-orang yang
mencintai-Mu, dan cinta kepada amalan yang mendekatkan kami pada
cinta-Mu” (dari doa dalam hadits hasan riwayat at-Tirmidzi) .


Aksi

Information

One response

9 08 2008
dr. adwed Jr

yang membuat manusia bahagia atau sengsara bukan lah seberapa yang dia dapatkan atau dia kehilangan tapi adalah bagai mana hati yang menampungnya.
Seorang sahabat pernah memberikan perumpamaan tentang hati, hati bak layar putih bioskop, dan suasana perasaan bak film yang diputar. Tak sedikit fim yang mengharu biru dengan penuh derai air mata orang yang diputar, atau penuh gelak tawa saat lelucon diputarkan, namun semua akan berlalu dalam hitungan waktu tertentu, layar akan kembali putih saat semua filem berakhir, dia akan tetap putih bersih walau tadi diputar filem penuh bercak darah.

salam dari orang yang pernah berada di bangko

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: