Memahami Perilaku Bawahan

10 01 2008

Sebagai orang yang memimpin manusia, semestinya kita menyadari, bahwa ada suatu seni dalam bekerja, suatu seni dalam memimpin dan mengarahkan orang lain. Sehingga dengan demikian, untuk bisa sepenuhnya mengembangkan dan meningkatkan kualitas bawahan (staf), maka perilaku-perilaku tertentu harus “diubah” dan “dibentuk”.

Di bawah ini, ada 10 langkah dalam proses mengubah dan membentuk perilaku bawahan:

1. Tampunglah proses perubahan perilaku.
Perilaku berubah secara bertahap, bukan sekaligus. Seseorang menguasai satu komponen, bergerak maju, mengubah tahap berikutnya, dst…hingga semua komponen dikuasai, dan sebuah perilaku baru yang kompleks “terbentuk”. Dalam hal ini Anda bisa memberikan prioritas kepada setiap aspek dan menghargainya secara berurutan, bisa dalam bentuk pujian lisan, promosi, dan segala sesuatu yang berarti bagi mereka.

2. Tentukan pola-pola perilaku baru dengan rinci.

Nyatakan apa yang Anda inginkan untuk dicapai secara menyeluruh serta rinci atau detil, dan dibagi dalam jumlah kecil yang mudah dicapai. Kunci di sini adalah kerincian. Anda bisa memulainya dengan menggunakan awal kalimat: Bagaimana cara…?

3. Berikan umpan balik pada setiap prestasi mereka.

Sebagian besar orang selalu tertarik dengan seberapa baik prestasi mereka. Mereka ingin mengetahui bagaimana hasil kerja mereka, dan apakah mereka telah mencapai sasaran atau tidak. Tidak adanya umpan balik, sering menimbulkan perilaku setengah-setengah, atau bahkan tidak dapat diterima sama sekali. Buatlah catatan-catatan prestasi setiap individu dan tunjukkan ke mereka dengan membandingkan pada standar perusahaan. Berikan pemahaman tentang hasil-hasil perilaku mereka…ini bisa memotivasi untuk terus memperbaikinya.

4. Tanggapilah perilaku secepat mungkin.

Informasikan kepada bawahan Anda, bahwa Anda mengetahui perilaku mereka begitu perilaku tersebut terjadi. Misalnya, jika seseorang datang ke kantor tepat waktu, maka ketepatan waktu ini harus diakui dan dicatat, bisa juga dipuji…sebagai bentuk perhatian dan penghargaan. Tetapi mereka yang malas juga harus diberitahu!

5. Gunakan penguatan (reinforcement) yang ampuh.

Untuk dapat menjadi efektif, maka penghargaan penting bagi pegawai…sebagai bentuk penguatan. Penguatan juga harus cukup kuat, baik untuk mengundang perilaku baru maupun mempertahankan perilaku yang benar. Penghargaan yang ada harus diterangkan dengan bijak dan rinci…apa saja upaya-upaya khusus untuk menghargai pegawai berprestasi itu.

6. Gunakan penguatan secara berkesinambungan.

Perilaku-perilaku baru harus ditanggapi setiap waktu terjadi. Penguatan ini harus dilanjutkan hingga perilaku ini menjadi sebuah kebiasaan. Kata kunci di sini adalah konsistensi.

7. Gunakan beragam penguatan untuk perawatan.

Meskipun perilaku tersebut telah menjadi kebiasaan, itu masih perlu dihargai, meskipun tidak harus setiap kali. Jangan biarkan perilaku menghilang karena kurangnya penguatan!

8. Hargailah kerjasama kelompok (teamwork) – bukan persaingan.

Hubungan yang saling membantu adalah suatu keharusan untuk membina semangat kelompok. Oleh karena itu, sistem penghargaan harus menerapkan hal ini. Sasaran kelompok dan penghargaan kelompok adalah satu cara untuk mendorong kerjasama, dalam keadaan-keadaan dimana pekerjaan dan prestasi saling bergantung. Dengan melakukan pertemuan-pertemuan “pemecahan masalah kelompok”, maka setiap orang dapat terlibat dalam kerjasama kelompok dan prestasi kerja yang tinggi.

9. Kaitkan semua penghargaan dengan prestasi kerja.

Untuk dapat belajar, maka pegawai perlu tahu: mengapa mereka dihargai … atau mengapa dalam beberapa hal tidak dihargai, bahkan bisa mendapatkan hukuman? Misalnya, kenaikan gaji secara rutin setahun sekali, menjadi tidak jelas…mengapa kenaikan gaji diberikan…ini tidak bisa memberikan motivasi perilaku. Oleh karena itu, kaitkanlah semua penghargaan itu langsung dengan perilaku yang Anda inginkan agar diulangi!

10. Jangan sekali-kali melalaikan prestasi kerja yang tinggi.

Pastikan bahwa orang-orang yang berprestasi tinggi menyadari, bahwa mereka diakui sebagai orang yang berprestasi tinggi, dan dihargai sewajarnya. Jika Anda melupakan mereka yang berprestasi tinggi, dan tidak menghargainya…maka itu akhirnya akan merusak prestasi kerja mereka selanjutnya. Begitu mereka sudah berprestasi tinggi, perlu tetap diberikan motivasi tinggi kepadanya…bukan malah menghentikan motivasi!

Kesepuluh petunjuk ini, harus kita ingat pada setiap membuat strategi untuk pelaksanaan gagasan-gagasan baru…jika Anda menginginkan perilaku-perilaku pegawai Anda, sesuai dengan keinginan Anda dan sasaran perusahaan Anda. Kesuksesan pelaksanaan gagasan-gagasan baru Anda, bergantung pada bagaimana kesepuluh langkah ini bisa dilaksanakan dengan baik oleh semua orang di dalam perusahaan Anda. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang maksimum, maka setiap orang harus siap untuk mengubah…bukan saja perilaku mereka, tetapi juga perilaku orang lain di tempat kerja.


Aksi

Information

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: