manfaatkan data dan informasi desa siaga

31 08 2007

MANFAATKAN DATA DAN INFORMASI DESA SIAGA UNTUK KEPENTINGAN MANAGEMAN KESEHATAN

By: haris_skm

SIMKES
Sistem informasi dengan manajemen adalah ibarat sistem syaraf dengan jaringan tubuh. System syaraf yang baikpun tidak akan dapat berfungsi dengan baik apabila jaringan tubuh yang ditopangnya mati (nekrosis). Apalagi bila ternyata system syarafnya pun buruk pula.

Selama ini manjemen kesehatan didaerah yang dipraktekan, khususnya dalam membuat suatu prioritas program kesehatan belum sepenuhnya bedasarkan data dan informasi yang benar. Artinya selain dari data dan informasi yang ada memang masih “diragukan” validitasnya. Data yang adapun tidak dimanfaatkan dengan benar pula. Keputusan hanya diambil berdasarkan intiusi, profit individu, politis dan hal-hal lain yang tidak menyentuh kepada permasalahan kesehatan itu sendiri.

Puskesmas mengalami kelebihan beban yang sangat banyak, (overburdened) karena adanya keharusan dari pihak kabupaten maupun propinsi, untuk melaksanakan sekian banyak program kesehatan. Jangankan menjalankan pusat pembangunan kesehatan, untuk melaksanakan tugas dari atas saja sudah tidak sempurna. Rumah sakit masih terombang ambing antara lembaga manajemen yang harus menghasilkan profit, ataukah manajemen lembaga sosial.

Praktek dari manajemen kesehatan tersebut, sudah barang tentu sangat besar pengaruhnya bagi pemanfaatan data dan informasi terutama dalam pengambilan keputusan dan perencanaan kesehatan. Jika ini tidak segera dibenahi maka selamanya masalah kesehatan tidak akan bisa dipecahkan.

Dengan adanya konsep desa siaga yang digulirkan pemerintah, membuka peluang bagi berbagai pihak untuk mengemas dan mengumpulakan informasi tentang kesehatan sebanyak-banyaknya dari masyarakat. Sehingga konsep desa siaga bukan hanya sekedar proses memandirikan masyarakat dibidang kesehatan. Lebih jauh dapat pula digunakan oleh pihak pengambil keputusan untuk memperoleh informasi dalam menentukan arah pemebangunan kesehatan yang benar-benar berbasis kondisi dan psektrum daerah baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

Salah satu kegiatan pokok yang terpenting dalam pengembangan desa siaga adalah surveylans yang berbasis masyarakat, artinya masyarakat harus aktif menagamati dan melaporkan setiap kejadian penyakit maupun setiap potensi yang dapat menimbulkan masalah kesehatan dan yang berpotensi KLB.

Dapat kita bayanyangkan, jika saja satu kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan secara bekesenambungan, maka berapa banyak informasi yang dapat dikumpulkan dan tentunya dapat dimanfaatkan oleh pihak manajemen kesehatan. Tidak hanya oleh instansi kesehatan saja tapi juga oleh instansi lain yang juga berhubungan dengan pembangaunan kesehatan. Seperti BAPPEDA untuk menentukan kebijakan prioritas pembangunan kesehatan, dinas Kimpraswil terutama dalam peningkatan kesehatan lingkungan dan pemukiman, PKK, dll.

Untuk mengumpulkan data dari desa siaga tersebut, tentulah tidak semudah yang kita banyangkan, artinya kita harus menyusun kebutuhan data tersebut sesuai dengan kebutuhan dan spesifik daerah kita, kita tidak boleh hanya mengandalkan petunjuk dari dari pusat, yang sudah barang tentu banyak kekurangannya jika di laksanakan di daerah.


Aksi

Information

2 responses

31 08 2007
WordPress

Hai, ini adalah komentar,
Untuk menghapus komentar, silakan login dan lihat komentar pada postingan, disitu Anda dapat mengedit atau menghapusnya.

18 09 2007
dani iswara

semoga berhasil pak..selamat ngeblog..🙂

Apa Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: